Lambang

Arti Lambang FORKI

Bentuk : Segi Lima, dengan garis atas rata dan garis bawah membentuk sudut.

Arti :

- Segi lima melambangkan olah raga karate yang dibina dalam FORKI,

berdiri diatas dasar semangat revolusi 17 agustus 1945, berdasarkan

Pancasila dan sumpah karate.

- Tujuh Buah Lingkaran berwarna merah, melambangkan keolahragaan

karate dan sapta prasetya FORKI

Warna : dasar kuning dengan kombinasi hitam diatas, dengan warna FORKI

berwarna putih dan huruf K berwarna hitam, serta warna merah pada

tujuh buah lingkaran yang terletak dibawah gambar huruf K.

Arti :

- Warna Kuning                : Melambangkan keagungan.

- Warna Hitam                  : Melambangkan keteguhan tekad.

- Warna Merah                  : Melambangkan keberanian.

- Warna Putih                   : Melambangkan Kesucian.

- Gambar huruf K berwarna hitam menggambarkan seorang karateka

yang sedang siap sedia.

ARTI LAMBANG WADOKAI

1. Pengertian Nama dan Lambang

Wado               : Hanya boleh diartikan dalam DAMAI.

Kai                   : Hanya boleh diartikan PERKUMPULAN atau ORGANISASI.

Karatedo          : Hanya boleh diartikan amateurisme olah raga KARATE.

Indonesia        : Agar WADOKAI Berdasarkan PANCASILA, UUD-1945 dan CITA-CITA BANGSA.

2. Pengertian Gambar

Merpati Putih               : Hanya boleh diartikan sebagai lambang perdamaian.

Kepalan Tinju              : Hanya boleh diartikan sebagai kebulatan tekad dalam menyatukan keinginan untuk mencapai keberhasilan dan tidak menyerah terhadap kesulitan.

Lingkaran Bulat           : Hanya boleh diartikan sebagai alam semesta tanpa batas sedangkan kepandaian / kemampuan manusia sangat terbatas.

3. Pengertian Warna

Warna Putih Merpati        : Hanya boleh diartikan sebagai PERDAMAIAN KESUCIAN dan KEBERSIHAN HATI.

Warna Biru Tua                :D asar simbol menunjukkan langit luas terbuka legas yang melambangkan hati yang luas, terbuka dan siap berkawan serta suka belajar dan memaafkan.

Warna Kuning  Kepalan   : Hanya boleh diartikan sebagai warna emas kemuliaan yang bermakna bahwa kepalan hanya boleh digunakan untuk tujuan yang mulia / baik.

dikutip dari : Kejurnas X dan MUNAS 1999 Wadokai Karatedo Indonesia (24-25 April 1999) Cilodong – Depok Jawa Barat.




;